Sabtu, 12 November 2011

Ma’had As-Sunnah ( Makassar - Sulawesi )

Profil Ma’had As-Sunnah Makassar

Ikhwah-ikhwah salafy di seluruh Indonesia, insyaAllah sudah tidak asing lagi dengan Pondok As Sunnah Makassar. Pondok yang berada di tengah kota Makassar ini merupakan tonggak awal dakwah ahlussunnah di Makassar dan sekitarnya. Dimulai ketika kembalinya para thullab (pelajar) yang menimba ilmu di Saudi Arabia dan Yaman yang di mulai sekitar tahun 1997. Diantara asatidzah yang ketika itu kembali dari menuntut ilmu adalah :

a. Al Ustadz Dzulqarnain (Kembali ke Indonesia tahun 1999 setelah menimba ilmu di Pondok Darul Hadits, Dammaj Yaman)
b. Al Ustadz Khidir (Kembali ke Indonesia tahun 1997 setelah menimba ilmu di Pondok Darul Hadits, Dammaj Yaman)
c. Al Ustadz Luqman Jamal, Lc (Kembali ke Indonesia tahun 1999 setelah menimba ilmu di Medinah, Saudi Arabia)
d. Al Ustadz Mustamin, Lc (Kembali ke Indonesia tahun 2000 setelah menimba ilmu di Medinah, Saudi Arabia)

Alhamdulillah setelah Ustadz Mustamin kembali dari Medinah pada bulan Juni 2000, muncullah ide untuk mendirikan pondok yang kemudian dilanjutkan dengan perencanaan program pendidikan pondok oleh para pendiri pondok diatas. Alhamdulillah tanggal 15 Oktober 2000 aktivitas Ma’had As Sunnah mulai berjalan dengan segala keterbatasan yang ada. Walaupun awalnya kegiatan belajar dan mengajar santri hanya menggunakan ruangan mesjid, namun ketika itu peminatnya sangat banyak sehingga di berikan batasan pendaftar oleh asatidzah. Pondok Ahlussunnah ini di bawahi oleh Yayasan Markaz An Nasyath Al Islamy yang kemudian berubah nama menjadi Yayasan Markaz Al-’Amal Al Islamy pada akhir 2006. Pembangunan awal pondok ini murni dari donatur swadaya (sendiri) dari para pendiri pondok diatas dan juga donatur dari para muhsinin. Bagi kaum muslimin yang ingin menimba ilmu di pondok ini silahkan hubungi alamat di bawah. Sistem penerimaan santri di Ma’had As-Sunnah bebas setiap saat tanpa adanya batasan waktu.

A. Alamat Pondok
Jl. Baji Rupa No. 6 Makassar 90244 [LIHAT PETA] [FOTO]
Telp : 0411-832033 , 0411-878368

B. Struktur Pengurus
Mudir (Kepala Ma’had) : Al-Ustadz Mustamin, Lc
Sekertaris :Abdurrahim
Bendahara : Tamrin
Bagian Kesantrian : Abdul Jabbar

C. Pengajar
Al-Ustadz Dzulqarnain (Saat ini sedang belajar di Saudi Arabia)
Al-Ustadz Mustamin, Lc
Al-Ustadz Sobaruddin
Al-Ustadz Hammad
Al-Ustadz Sanusi Darwis
Santri-santri Senior Ma’had Assunnah

D. Jumlah Santri : kurang lebih 70 orang yang berasal dari seluruh Indonesia, kecuali Irian Jaya.

E. Fasilitas :
- Mesjid, Asrama, Perpustakaan Kitab, WC, Kamar Mandi
- Biaya pendidikan gratis.

F. Syarat Pendidikan :
- Umur 15 tahun keatas
- Bisa baca dan tulis Al-Qur’an
- Sehat Jasmani dan Rohani
- Harus ada izin dari orang tua/wali
- Memperlihatkan tanda pengenal/KTP (untuk umur 17 tahun keatas)

G. Biaya Pendidikan : Gratis !! (Kecuali kitab dan perlengkapan pribadi)

H. Sistem Pendidikan
Pendidikan di Ma’had As-Sunnah menggunakan sistem tradisional (sorogan bandongan) atau yang lebih dikenal dengan sistem “talaqqy”. Yaitu para santri duduk membuka kitab kuning / gundul di hadapan ustadz-ustadznya untuk dibacakan oleh ustadznya atau membaca langsung kepada ustadz tersebut.

I. Program Pendidikan
Untuk program pendidikan di Ma’had As-Sunnah di sesuaikan dengan kemampuan santri. Artinya santri diberikan kebebasan untuk mencari guru dalam mendampinginya dalam suatu materi pelajaran. Pembahasan materi dari tiap-tiap pelajaran digunakan sistem berjenjang kecuali Ilmu Fiqh. Maksudnya ketika mempelajari suatu ilmu sudah disiapkan daftar kitab yang akan dipelajari santri yang akan dimulai dari kitab yang sederhana dst.
1. Ilmu Aqidah (berjenjang)
a. Tsalatsatul Ushul
b. Al-Qowaid Al-’Arba’a
c. Kitabut Tauhid => Mulai diajarkan tentang Asma’ was Sifat
d. Kasyfus Syubuhat
e. Al Aqidah Thahawiyah
f. Al Aqidatus Salaf Ashabul Hadits
g. dan Kitab-kitab lainnya

NB : Dalam mempelajari materi diatas, biasanya akan diselingi dengan kitab-kitab kecil sebagai tambahan seperti Al-Qoulul Mufid, Lamiyah, Lum’atul I’tiqod.

Asma’ was Shifat
h. Al Qowaidul Mutsla
i. Al Aqidah Al Washitiyyah
j. Al Fatawa Al Hamawiyyah Al Kubra
k. Risalah At Tadamuriyah
l. dan Kitab-kitab lainnya

2. Ilmu Bahasa Arab
a. Muyassar Fin Nahwu Jilid 1 (dibarengi dengan Durusul Lughah Al Arabiyah)
b. Durusul Lughah Jilid 1, sampai belajar di At Tuhfah As Saniyah (Syarah matan Al-Jurumiyah) sambil belajar Shorof tingkat 1 (Al Amtsila At Tashrifiyah)
c. Al Kaakib Ad Durriyah sambil belajar Al Kaafi (Ilmu Shorof)
d. Qatrun Nada
e. Syarh Ibn Aqil

3. Ilmu Ushul Fiqh, Kaidah Fiqh, dan Fiqh
* Ilmu Ushul Fiqh
a. Al Ushul min ‘Ilmil Ushul/Jami’ul Mahsul Fii ‘Ilmil Ushul
b. Syarh Al Waroqat
* Kaidah Fiqh
Al-Qowaaidul Fiqhiyah
* Ilmu Fiqh
a. Umdatul Ahkam
b. Bulughul Marram (Fiqh Hadits)
c. Ad Duror Al Bahiya dan Al-Adillati Ar-Rodhiya
d. Mulakhos Fiqh (Syeikh Fauzan)
e. dll

NB : Untuk Ilmu fiqh tidak diberlakukan sistem berjenjang, karena biasanya dipilih salah satu diantara Bulughul Marram atau Umdatul Ahkam, tergantung guru yang mengajarkannya. Khusus untuk Bulughul Marram juga dilakukan telaah hadits-nya, sedangkan di Umdatul Ahkam sudah tidak perlu lagi karena sudah merangkum hadits-hadits yang disepakati keshahihannya (HR. Bukhari-Muslim)

5. Ilmu Hadits dan Mustholah Al Hadits
a. Hadits
- Al-Arba’in An-Nawawiyah
- Kutubus Sittah
- Al Adabul Mufrad
b. Mustolah Hadits (Sistem Berjenjang)
- Al Baiquniyah
- Nukhbatul Fikr
- Taisir Mustholatul Hadits (Metode dalam mempelajari Ilmu hadits yang disusun secara point per point, sehingga lebih memudahkan dalam mempelajari Mustholah hadits)
- Al Ba’its Al Hatsits
-Tadribu Ar Rowi
c. Jarh wat Ta’dil
d. Takhrijul Hadits

Sumber : Ringkasan wawancara dengan Ustadz Mustamin, Lc. (af)
http://almakassari.com/profil-mahad-as-sunnah-makassar

0 komentar:

Posting Komentar